MOTLET BY ME
MOTIVATION LETTER
Nama
saya Sultan Dhaffa Djorghie dari Fakultas Hukum Prodi Ilmu Hukum Cluster 53,
mahasiswa baru Universitas Brawijaya 2020. Melalui penugasan saya kali ini,
saya akan menceritakan pengalaman saya dealing
with insecurities dan menerima diri saya sendiri.
Jika
berbicara mengenai masalah menerima diri sendiri, saya memiliki kutipan bagus
untuk mengawalinya. “A man cannot be
comfortable without his own approval.” Kutipan ini berasal dari seorang
novelis Amerika Serikat yaitu Mark Twain. Sedikit cerita mengenai Mark Twain,
saat ia masih kecil, ia hidup dalam kesulitan ekonomi, apalagi sejak ayahnya
meninggal. Ia pun sempat bekerja beberapa kali untuk menopang perekonomian
keluarganya sebelum akhirnya ia pergi California untuk mengadu nasib. Setelah
gagal dalam usahanya, Twain akhirnya sadar bahwa jalannya bukan dalam dunia
bisnis, tetapi jurnalistik. Ia pun bekerja sebagai reporter di Virginia, dan
akhirnya ia sukses sebagai penulis dan pendongeng yang paling terkenal di
daerah barat karena memiliki style
yang lucu dan sarkastik.
Dari
kisah Mark Twain tersebut, saya sadar bahwa mengenali diri sendiri itu penting.
Jika disambung-sambungkan dengan tema tulisan saya kali ini, mengenali diri
sendiri itu penting sehingga kita akhirnya bisa menerima diri kita sendiri.
Twain mengenali dirinya sendiri sehingga
ia tahu ia tidak bisa berbisnis, dan bisa menerima kekurangannya itu, dan
akhirnya ia menjadi salah satu penulis yang terkenal.
Jika
ada orang yang menanyakan tentang personality
saya, saya pasti menjawab bahwa saya adalah orang yang perfeksionis. Di
dalam suatu bidang, jika ada orang lain yang lebih hebat dari saya, pasti saya
akan merasa rendah diri atau insecure.
Saya selalu ingin menjadi yang paling oke disegala bidang keahlian maupun
kesukaan saya. Apalagi jika orang lain mulai membanding-bandingkan saya dengan
orang lain. Saya pasti langsung tambah gak mood
dan uring-uringan. Intinya, saya seperti menyalahkan diri sendiri kenapa saya
tidak bisa sebaik orang lain. Saya terus menerus seperti ini sampai saya overthinking sendiri, dan merasa seperti
terbebani oleh hal yang sebenarnya biasa seperti itu. Bahkan sebaik apapun
hasil yang saya peroleh dari kerja keras sendiri selalu terasa kurang karena
saya selalu merasa not good enough.
Lalu
pernah suatu hari, secara tidak sengaja, saat lagi scrolling-scrolling di Instagram, saya ketemu sebuah quotes yang really hits me hard. “Learning to accept yourself is more
important than making people accept you. It’s how you see yourself that really
matters,” yang berarti menerima diri sendiri itu lebih penting daripada
membuat orang lain menerima diri anda, ini semua tentang bagaimana kita melihat
diri kita sendiri yang paling penting. Terus tiba-tiba saya sadar sendiri kalau
selama ini saya belum bisa menerima diri saya sendiri sepenuhnya karena saya
selalu menuntut diri saya untuk selalu menjadi sempurna untuk orang lain.
Sebenarnya
tidak ada hal muluk-muluk yang saya lakukan sehingga saya akhirnya bisa
menerima diri saya sendiri seperti sekarang ini. Saya cuma pelan-pelan berusaha
merubah mindset saya sendiri, bahwa saya adalah orang yang hebat. Tetapi bukan
berarti saya jadi merasa sok hebat / paling hebat. Maksudnya adalah saya tetap
bangga atas segala sesuatu yang telah saya lakukan. Dan yang tak kalah penting
adalah saya berusaha sebisa mungking menghindari orang-orang yang sekiranya ‘toxic’ bagi saya, yang terus-terusan
membanding-bandingkan saya dengan orang lain. Jangan terlalu mempressure diri sendiri dengan terlalu
fokus pada kekurangan yang dimiliki.
Komentar
Posting Komentar